sekilas kusaksikan cinta terserak tersia-sia
teronggok tak berdaya di selokan-selokan kehidupan
melambung tinggi ke langit mimpi
bercengkerama bersama angin duniawi
tercerabut dari bumi di mana kejernihan hati
berakar kuat di sanubari
arti cinta dibebani sarat makna
terseok-seok lemah
melangkah makin pelan
tenggelam di lumpur yang mulai mengeras
oleh napas-napas ambisi pribadi
yang tak lelah mengejar duniawi
dalam riuh kucoba kembali mencari
sisa-sisa cinta yang sederhana
yang mungkin saja terselip di sudut tersembunyi
relung hati yang kita miliki
bersama peluh ingin kembali kuceritakan
cinta bisa gampang kita temukan
dalam tetes-tetes sedikit peduli
yang terpercik kepada sesama
tanpa memandang beda
dan biarlah cinta kembali berkecambah
saat koin recehan kita lemparkan
pada polos tangan-tangan mungil anak kelaparan
di perempatan jalan-jalan kota
dan biarkan cinta kembali berkecambah
saat lagu-lagu menghibur kita nyanyikan
pada perih luka-luka pengungsi
oleh bencana yang tak kunjung berhenti
dan biarlah cinta kembali berkecambah
saat kata maaf kita ucapkan
pada hati-hati yang membara oleh dendam amarah
karena ketidakberdayaan melawan panas darah
dan biarlah cinta kembali berkecambah
saat ikhlas kita berikan
pada orang-orang yang berbuat salah
karena ketidakmengertian akan makna sejati kebenaran
dan biarlah cinta kembali berkecambah
saat persaudaraan kita tebarkan
pada mereka-mereka yang saling membenci
karena sedikit perbedaan yang sulit dimengerti
dan biarlah cinta kembali berkecambah
saat kita biarkan anak-anak bermain bebas
sementara ambisi-ambisi kesempurnaan masa depan
mengusik ambisi hati kita
biarlah cinta kembali berkecambah
berakar…
bertunas…
berkembang…
berbiak…
dan tumbuh tegar membesar
merangkul dunia
dalam satu kesederhanaan
cinta sejati